Memeriksa Asumsi Filosofis Pribadi

Dengan memeriksa asumsi-asumsi filosofis pribadi, Anda akan mampu mengenal asumsi-asumsi filosofis orang lain, termasuk asumsi filosofis yang mendasari teori-teori dan pendekatan-pendekatan konseling.

Berikut ini ada sejumlah asumsi filosofis yang perlu Anda cermati: kebebasan – determinisme, konstituiosional – situasional, keunikan – universalitas, proaktif – reaktif, dan optimistik – pesimistik. Kesepuluh asumsi dasar itu disusun berlawanan. Antara setiap pasang asumsi berlawanan itu terdapat skala penilaian 1 – 5.

Anda dapat mencentang antara 1 sampai 5. Pada setiap pasang asumsi, jika Anda sungguh setuju dengan “pernyataan pertama”, berilah centanglah angka 1. Tapi, jika Anda agak setuju dengan “pernyataan pertama” centanglah angka 2.

Sebaliknya, jika Anda sungguh setuju dengan “pernyataan kedua” berilah nilai 5. Tapi, jika Anda agak setuju dengan “pernyataan kedua”, centanglah angka 4.

Namun, jika Anda berpikir bahwa kedua pernyataan itu perlu diintegrasikan, maka pilihlah angka 3. Artinya, Anda mengambil posisi netral atau abstain. Di dalam menentukan pilihan Anda, lakukanlah sesuai pandangan hidup atau keyakinan Anda. Juga, pertimbangkanlah setiap pernyataan dengan memperhatikan sikap dan tindakan Anda sehari-hari. Tidak ada faktor “salah-benar” dalam skala ini.

Kelompok “pernyataan pertama” Kelompok “pernyataan kedua”
Kebebasan Determinisme
1 ………………………….. 2 ……………………………… 3 …………………………….. 4 …………………………. 5
Pada hakikatnya setiap orang dapat mengendalikan perilakunya sendiri dan memahami motivasi yang mendasari perilakunya. Pada hakikatnya perilaku setiap orang ditentukan oleh faktor-faktor internal dan eksternal, yang tidak mampu dikendalikan oleh orang bersangkutan.
Konstitutional Situasional
Karakter-karakter yang diturunkan dan diwariskan sejak lahir mempunyai pengaruh yang paling besar pada perilaku seseorang. Faktor-faktor lingkungan mempunyai pengaruh paling besar pada perilaku seseorang.
1 ………………………….. 2 ……………………………… 3 …………………………….. 4 …………………………. 5
Keunikan Universalitas
Setiap orang itu unik dan tidak bisa dibandingkan dengan orang lain Pada dasarnya hakikat setiap orang itu sama.
1 ………………………….. 2 ……………………………… 3 …………………………….. 4 …………………………. 5
Proaktif Reaktif
Terutama manusia bertindak atas dasar inisiatif pribadi. Terutama manusia bertindak sebagai reaksi terhadap rangsangan dari luar dirinya.
1 ………………………….. 2 ……………………………… 3 …………………………….. 4 …………………………. 5
Optimistik Pesimistik
Perubahan-perubahan signifikan dalam kepribadian dan perilaku bisa terjadi dalam hidup setiap orang. Kepribadian dan perilaku setiap orang pada hakikatnya stabil dan tak berubah.
1 ………………………….. 2 ……………………………… 3 …………………………….. 4 …………………………. 5

Jika Anda kebanyakan memilih angka 1 pada pernyataan-pernyataan pertama atau angka 5 pada pernyataan-pernyataan kedua, itu menunjukkan kecondongan asumsi filosofis Anda. Teori-teori dan pendekatan-pendekatan yang kita pelajari juga menunjukkan kecondongan filosofis setiap teoris (pencipta/penggagas model konseling).

Raden kartika

10508180

2 PA 03

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


%d blogger menyukai ini: