Kelelahan

Kelelahan (fatigue) adalah suatu fenomena fisiologis, proses terjadinya keadaan penurunan toleransi terhadap eksersais (exercise) dan penyebabnya sangat spesifik tergantung dari karakteristik eksersais. Penyehab kelelahan dapat ditinjau dari aspek anatomi (kelelahan sistem saraf pusat, neuromuskular dan otot rangka), dan dari aspek Fungsi (kelelahan elektrokimia, metabolik, berkurangnya substrat energi, hiper/hipotermia, dehidrasi). Pemahaman alas penyebab kelelahan akan sangat bermanfaat di bidang eksersais atau olahraga dalam hubungan dengan pelatihan atlet agar pembinaan kondisi fisik dapat optimal. Dalam tulisan ini dibahas penyebab kelelahan yang tetjadi pada latihan durasi pendek dengan intensitastinggi dan eksersais durasi panjang dengan intensitas submaksimal.

Kelelahan adalah gejala bukan penyakit atau kelainan tertentu. Sementara ini, sudah lazim memiliki sesekali hari di mana Anda merasa lelah dan kurang energik daripada biasanya, orang-orang menderita karena kelelahan merasa lelah dan lesu sepanjang waktu dan tampaknya kekurangan energi.
Mempengaruhi tubuh dan pikiran, periode panjang kelelahan juga dapat mengganggu fungsi sehari-hari Anda dan membuat bahkan yang paling sederhana tanggung jawab kehidupan sulit untuk mengatasi. Baik kelelahan fisik dan mental adalah tanda-tanda pertama bahwa tubuh sedang rusak dan ditempatkan di bawah stres tidak sehat.

Gejala Kelelahan
Gejala kelelahan dapat disertai dengan atau terwujud dalam berbagai lain keluhan fisik dan emosional. Ini termasuk:
* Constant lelah atau kantuk
* Kurangnya energi
* Keinginan untuk tidur lebih
* Sakit kepala
* Sakit otot atau sendi
* Kelemahan otot
* Lambat refleks dan tanggapan tariff
* Kebimbangan dan miskin penilaian
* Rendah hati, mudah marah atau depresi
* Perubahan selera makan
* Turun sistem kekebalan tubuh berfungsi
* Masalah-masalah dengan memori jangka pendek
* Perhatian kesulitan dan konsentrasi miskin
* Kurang motivasi

Over-use (pemakaian terus menerus/terlalu lelah)
Cedera ini timbul karena pemakain otot yang berlebihan atau terlalu lelah. Cedera karena over-use menempati 1/3 dari cedera olahraga yang terjadi. Biasanya cedera akibat over-use terjadinya secara perlahan-lahan (bersifat kronis). Gejala-gejalanya dapat ringan yaitu kekakuan otot, strain, sprain, dan yang paling berat adalah terjadinya stress fractur.
Kelelahan dapat diklasifikasikan ke dalam 7 bagian yaitu:
1. kelelahan visual, yaitu kelelahan yang terjadi pada mata
2. kelelahan tubuh, yaitu kelelahan akibat beban fisik yang berlebihan
3. kelelahan mental, yaitu kelelahan yang disebabkan oleh pikiran dan perasaan
4. kelelahan saraf, yaitu kelelahan yang disebabkan tekanan berlebihan pada salah satu bagian sistem psikomotor
5. pekerjaan yang bersifat monoton
6. kelelahan kronis, yaitu kelelahan akibat akumulasi efek jangka panjang
7. kelelahan sirkadian, yaitu kelelahan yang terjadi akibat irama sirkadian misalnya ritme siang-malam, pagi-sore

Penyebab Kelelahan
Faktor-faktor yang menyebabkan terjadinya kelelahan secara garis besar adalah:
1. Penyakit tertentu
Adanya penyakit tertentu seperti flu, anemia, diabetes mellitus, gangguan tidur atau gangguan kelenjar tiroid dapat menyebabkan seseorang mengalami kelelahan.
2. Psikologis
Seperti depresi, kecemasan, stres dan kesedihan
3. Gaya Hidup
Seperti kurang tidur, terlalu banyak tidur, konsumsi alkohol, diet yang salah, kurang olahraga dan kurang nutrisi.
4. Kondisi Kerja
Misalnya: kerja shift, suasana tempat kerja yang buruk, workaholic (kecanduan kerja), suhu maupun penyinaran ruang kerja, kebisingan, beban kerja, juga pekerjaan yang monoton.
Secara umum, kelelahan dapat dibedakan menjadi kelelahan otot dan kelelahan umum. Kelelahan otot contohnya tremor pada otot atau rasa nyeri pada otot sedangkan kelelahan umum ditandai dengan berkurang kemampuan bekerja yang bisa disebabkan oleh kondisi kerja dan kondisi psikologis seperti diuraikan di atas, maupun status kesehatan dan gizi. Pengaruh-pengaruh ini akan bertumpuk di dalam tubuh yang pada akhirnya menimbulkan kelelahan.
Kelelahan Akibat Penyakit Tertentu
Selain merupakan suatu pertanda untuk tubuh beristirahat, rasa lelah juga dapat merupakan salah satu gejala penyakit. Rasa lelah yang tidak kunjung teratasi meskipun sudah cukup istirahat, menjadi pertimbangan untuk segera memeriksakan diri ke dokter.
Beberapa penyakit yang dapat menyebabkan kelelahan antara lain:

• Anemia
Jika tubuh kekurangan sel darah merah yang mengangkut okigen ke seluruh tubuh, maka tubuh tidak mendapat cukup asupan oksigen sehingga timbul kelelahan.
• Gangguan kelenjar tiroid
Adanya kerusakan pada sel tubuh yang memproduksi hormon tiroksin menyebabkan terjadinya hipotiroid maupun hipertiroid yang dapat membuat tubuh menjadi lelah karena metabolisme tubuh melambat.
• Sleep apnea
Penderita sleep apnea sering terbangun saat tidur akibatnya terjadi gangguan pada durasi maupun kualitas tidur yang mengakibatkan kelelahan.
• Penyakit jantung
Gangguan pada jantung menyebabkan pemompaan darah ke seluruh tubuh terhambat padahal darah bertugas membawa oksigen dan nutrisi. Akibatnya terjadinya kelelahan.
• Diabetes mellitus
Kondisi mudah lelah pada penderita DM disebabkan oleh kurangnya produksi hormon insulin yang diperlukan tubuh, untuk membentuk energi dari metabolisme gula dan karbohidrat.
• Stres dan depresi
Saat seseorang dilanda stres, produksi kortisol (hormon stres) meningkat. Bila stres berkelanjutan, tubuh akan terpapar kortisol lebih lama dan menimbulkan beberapa gangguan seperti obesitas, gangguan metabolisme, gangguan tidur, disfungsi seksual, hipertensi, gangguan saluran cerna, penurunan kekebalan dan sebagainya yang semuanya bisa berkembang menjadi kelelahan.
Setelah mengetahui penyebab kelelahan, maka ada beberapa strategi yang dapat dilakukan untuk memulihkan energi dan menghindarkan kita dari kelelahan, diantaranya:
a. Diet sehat
Kebiasaan makan yang tidak teratur (terlalu sering atau jarang) dan diet tidak seimbang dapat membebani tubuh dan menyebabkan kelelahan. Sebaiknya jangan mengabaikan sarapan pagi, hindari makanan ringan yang manis-manis dan makan dengan jadwal teratur. Perbanyak konsumsi makanan yang kaya kandungan zat besi, sereal, dan roti yang terbuat dari gandum serta sayur dan buah-buahan.
b. Berolahraga
Olahraga dapat menstimulasi tubuh untuk memproduksi endorpin yaitu senyawa yang dapat menghambat sinyal nyeri atau lelah otot ke otak. Olahraga juga berfungsi sebagai tranquilizer yang dapat meredakan ketegangan emosional yang disebabkan oleh beban kerja yang banyak, kecemasan maupun kelelahan karena dengan berolahraga hormon stres (kortisol) akan menurun.
c. Istirahat dan rileks
Istirahat merupakan cara terbaik mengatasi kelelahan. Istirahat tidak selalu berarti tidur, bisa rekreasi untuk merelaksasi anggota tubuh dan dapat juga dilakukan dengan memberi tubuh asupan nutrisi jasmani dan rohani.

 

elfiraismy.wordpress.com/2009/11/10/cidera-akibat-kelelahan/

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


%d blogger menyukai ini: